Oleh Hakim Herlambang Afghandi
Pertama. Awal mula penjajahan di bumi Palestina. Di akhir abad ke-19, Zionis Internasional ingin membeli Palestina dari Khalifah Abdul Hamid II, Penguasa Turki Ottoman pada waktu itu. Namun, beliau menolak dengan tegas serta menyatakan bahwa tanah Palestina adalah milik bangsa dan rakyat Palestina. Zionis tidak menyerah, saat Perang Dunia I terjadi Palestina jatuh dalam penguasaan Inggris, sampai akhirnya tahun 1948 negara ilegal yang diberi nama Israel berdiri. Sejak saat itulah hingga hari ini penderitaan bangsa Palestina di bumi para Nabi berlangsung.
Kedua. Kepedulian dan kebenaran. Palestina, letaknya jauh di Timur Tengah sana, kawasan tanah Arab. Meski jauh dari Indonesia, di Palestina ada manusia juga seperti kita, bahkan saudara muslim kita. Kondisi mereka sekarang lagi terjajah kayak kita pas dulu pernah mengalaminya sampai akhirnya alhamdulillah Indonesia sudah merdeka. Bahas Palestina adalah soal kepedulian, yang namanya kepedulian itu bisa melintasi jarak dan waktu. Mau bela Palestina berarti tanda diri kita sehat dan normal akalnya buat mengenali kebenaran.
Ketiga. Rakyat Palestina diungsikan. Ada yang berpendapat kalau rakyat Palestina bagusnya diungsikan dulu ke negara-negara Arab sekitarnya, bahkan ungsikan saja ke Indonesia atau Malaysia, di Palestina sana nggak aman dan sudah hancur porak-poranda. Bahkan tempat yang seharusnya aman kayak rumah sakit atau tenda pengungsian saja bisa dibom. Memang sih kayak yang bagus diungsikan dulu, tapi itu itu kok kayak jadi kita menyia-nyiakan tenaga dan nyawa mereka yang sudah habis-habisan mempertahankan bangsa dan negaranya. Perjuangan mereka belum beres dan masih berat, justru kita mesti dukung semampu yang kita bisa biar mereka bisa bertahan. Dukungan moral, harta kita, doa kita, bahkan andai pemerintah kita sudah mampu maka kirimkan tentara, karena kalau sudah masuk ke yang namanya perang bukan tugas dari sembarang orang melainkan orang yang punya kuasa dan senjata, yaitu pemerintah negara dan tentara.
Kalau kita melihat, diungsikan itu kok kayak jadi bangsa Palestina terusir dari tanahnya sendiri. Kalau mau cara pikirnya dibalik, kenapa nggak zionis penjajah saja yang diungsikan ke negara-negara Eropa atau Amerika, kan Palestina bukan tanah mereka. Biarkan tanah air Palestina bersih dari penjajah, biarkan bangsa Palestina secara aman dan nyaman menempati tanah airnya.
Keempat. Hanya konflik biasa. Ada yang bilang kalau kondisi di Palestina itu konflik yang biasa terjadi di internal negara, urusan politik seperti di negara lainnya, yang ribut-ribut itu teroris saja. Nah ini, Indonesia pernah dianggap seperti itu juga, dulu Pangeran Diponegoro mengalami hal yang sama, di Perang Tanah Jawa 1925-1930, disebut teroris sama penjajah Belanda, padahal yang beliau lakukan adalah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Di Palestina itu yang terjadi bukan konflik, tapi perang antara pemilik sah negeri Palestina melawan penjajah zionis Israel.
Kelima. Terbaginya tempat tinggal bangsa Palestina. Ini mungkin belum banyak orang tahu, karena penjajahan yang terjadi, bangsa Palestina saat ini terbagi tinggal di 4 tempat: (1) Yerusalem dan Tepi Barat, di sana ada kiblat pertama kita, Masjidil Aqsha yang merupakan kehormatan kita umat Islam; (2) Gaza, yang akhir-akhir ini menjadi sasaran serang dan pembantaian penjajah zionis; (3) Area 48, yakni wilayah Palestina sebelum deklarasi pembentukan negara ilegal Israel di Tahun 1948; dan (4) Pengungsian, tersebar di berbagai negara di dunia, seperti di Yordania dan Lebanon.
Keenam. Perang di Gaza. Pas kejadian perang di Gaza kemarin itu, saudara kita digempur dari berbagai arah, bahkan bantuan internasional juga susah masuk, ada rakyat Palestina yang sampai harus makan pakan ternak, bahkan makanan yang sudah jatuh ke tanah pun tetap dimakan untuk bertahan hidup. Juga susah air layak konsumsi untuk minum, mereka sampai harus kerja keras menyaring air yang sudah kotor demi mendapat segelas air bersih. Mudah-mudahan Allah menyempurnakan pahala sabar untuk saudara-saudara kita di sana!
Ketujuh. Perang tak imbang. Perang berlangsung tidak berimbang dari sisi senjata maupun ketersediaan bahan makanan, tapi hebatnya saudara-saudara kita mampu bertahan, bahkan setelah 1,5 tahun perang berlangsung. Bukan hanya tidak berimbang, tapi perang berlangsung secara tidak fair. Korban dari Palestina mayoritas adalah wanita dan anak-anak, bahkan sekolah sampai rumah sakit saja dibom oleh penjajah zionis Israel. Bom yang dijatuhkan penjajah zionis Israel di Gaza hingga saat ini lebih banyak dibanding yang pernah dijatuhkan tentara Sekutu di Hiroshima dan Nagasaki saat Perang Dunia II.
Kedelapan. Memahami siapa itu zionis. Kalian tahu siapa itu zionis? Mereka yang mengklaim bahwa orang Yahudi berhak untuk menempati Tanah yang Dijanjikan, sejak Bani Israil di masa Nabi Musa dan Nabi Harun, tapi ini klaim kosong yang tak berdasar, karena justru sejak dulu Bani Israil tidak menepati perjanjian, tidak taat kepada Allah, dan berbuat banyak kerusakan. Tanah Palestina merupakan milik bangsa Palestina sejak ribuan tahun yang lalu dan sampai kapan pun. Meski berdiri negara ilegal Israel di tahun 1948 dengan mendatangkan para zionis dari luar Palestina untuk memasuki Palestina.
Zionis itu pasti Yahudi? Tidak! Bahkan orang nasrani atau orang dari agama apa pun yang mendukung penjajahan zionis Israel di tanah Palestina pun bisa masuk ke dalam kategori zionis. Namun ingat, tidak setiap Yahudi pasti zionis, ada juga orang-orang Yahudi yang tidak mendukung penjajahan di Palestina. Bukan hanya yang mendukung penjajah, tapi mereka yang malah merendahkan perjuangan bangsa Palestina melawan penjajah pun bisa dikatakan zionis juga.
Kesembilan. Dukungan nyata untuk Palestina. Lalu apa bukti dukungan nyata kita kepada bangsa Palestina? Setidaknya minimal ada 3, yaitu harta, doa, dan boikot terhadap produk-produk dari perusahaan-perusahaan yang mendukung penjajahan zionis Israel di bumi Palestina. Terkait boikot, mohon diingat bahwa masih banyak pilihan produk lain bagi kita, tak perlu membeli produk-produk yang mendukung penjajahan di Palestina.
Kesepuluh. Menggunakan media sosial. Katanya boikot, kok masih pakai IG? Kan mereka dukung zionis Israel! Hei, Perang itu kalau peluru lawan peluru, bom lawan bom. Nah IG juga bukan sekadar media sosial, tapi di sana adalah media yang bisa kita gunakan untuk melawan zionis Israel. Perang informasi lawan dengan informasi, terlebih banyak di luar sana informasi keliru yang malah mendukung penjajahan zionis Israel. Iya, perang bukan hanya di dunia nyata, tapi juga dunia maya.
Kesebelas. Kemenangan bangsa Palestina. Teman-teman, yang namanya perjuangan itu pasti ketemu dengan yang namanya tantangan, mau besar atau kecil, tapi sebesar apa pun tantangan itu, yakinlah perjuangan membuat kita makin dekat dengan kemenangan. Seperti yang sedang kita perjuangkan di Palestina sana! Jangan sekali-kali melupakan Masjidil Aqsha dan saudara-saudara kita di Palestina yang masih terjajah! Allahu akbar !
Visit Us
Jl. Dago Giri No.5 Desa Pagerwangi
Kec. Lembang Kabupaten Bandung Barat